Yudisium Pascasarjana UNIPMA, Rektor Tekankan Pentingnya Adaptasi Teknologi dan Belajar Sepanjang Hayat 

Universitas PGRI Madiun — Sebanyak 389 mahasiswa Pascasarjana Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mengikuti yudisium semester genap Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Cendekia, Jumat (17/9), kemarin. Rektor Universitas PGRI Madiun Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., meminta lulusan tidak berhenti belajar setelah meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd.), tetapi terus mengembangkan kompetensi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurut Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., gelar magister membawa tanggung jawab lebih besar. Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan S-2 perlu diterapkan melalui karya, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengabdian di masyarakat.

“Gelar magister tentu bukan lagi hanya sekadar untuk gagah-gagahan, tetapi menuntut tanggung jawab yang lebih besar,” ujarnya.

Di tengah perubahan teknologi yang cepat, Dr. Supri Wahyudi Utomo, M.Pd., meminta lulusan mampu memanfaatkan teknologi untuk menunjang pekerjaan. Kemampuan beradaptasi dinilai penting agar lulusan tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

“Kalau kita tidak bisa adaptasi dengan perubahan, maka kita akan terlindas dengan perubahan itu sendiri,” tambahnya.

beliau juga menekankan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, memperoleh gelar akademik bukan akhir dari proses belajar. “Belajar itu tidak dibatasi oleh usia. Belajar harus kita lakukan terus,” pungkasnya.

Yudisium tersebut diikuti mahasiswa dari Program Studi S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), S-2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), S-2 Pendidikan Dasar (Dikdas), dan S-2 Bimbingan Konseling, PBSI dan PIPS berstatus akreditasi Unggul, sedangkan Pendidikan Dasar berstatus Baik Sekali.

Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Madiun Dr. Dwi Rohman Soleh, M.Pd., menyebut kampus terbuka bagi alumni yang ingin melanjutkan studi maupun membangun kerja sama dengan lembaga tempat mereka bekerja. “Harapannya tidak berhenti di magister saja, harapan kami Bapak/Ibu bisa lanjut,” ujarnya.

 

Dari ratusan peserta, Siswanto Dwi Antoto menjadi peraih IPK tertinggi dengan nilai 4,00 dari Program Studi Pendidikan Dasar. Selanjutnya, Sumarsih dari PIPS meraih IPK 3,98, Dwi Zaini Imron Susilo dari BK 3,87, dan Eksanti Yolla Mahdhalena dari PBSI 3,85.

Universitas PGRI Madiun juga membuka peluang bagi lulusan untuk melanjutkan studi ke jenjang S-3. Pendaftaran tahun akademik berjalan telah ditutup karena kuota terpenuhi dan akan dibuka kembali pada periode berikutnya.

Hubungan kampus dengan alumni tetap dilanjutkan melalui Ikatan Keluarga Alumni (IKA), termasuk peluang kerja sama dengan lembaga tempat alumni bekerja.

Sementara itu, wisuda periode ini dijadwalkan berlangsung dalam dua gelombang pada 28 dan 31 Oktober 2026. Pembagian tersebut dilakukan karena jumlah peserta wisuda mencapai lebih dari 1.600 orang.